ENTIKONG –22 Juni 2026- Masa libur sekolah dimanfaatkan oleh ratusan warga Kalimantan Barat untuk berwisata ke Sarawak, Malaysia, melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, sebanyak 835 warga negara Indonesia tercatat melintas menuju Malaysia pada hari ini dengan tujuan utama berwisata dan menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.
Para pelintas berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, di antaranya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, serta sejumlah kabupaten lainnya. Tingginya angka keberangkatan menunjukkan meningkatnya minat masyarakat untuk memanfaatkan momentum libur sekolah dengan berkunjung ke luar negeri.
Sejumlah warga yang ditemui petugas di kawasan PLBN Entikong mengaku memilih Sarawak sebagai destinasi liburan karena jaraknya yang dekat, akses perjalanan yang mudah, serta beragam pilihan tempat wisata dan pusat perbelanjaan yang menarik.
“Mumpung anak-anak sedang libur sekolah dan ada libur panjang, kami memilih berwisata ke luar negeri yang dekat dengan Kalimantan Barat, yaitu Sarawak, Malaysia,” ujar salah seorang pelintas.
Sarawak sendiri masih menjadi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat Kalimantan Barat. Selain dapat ditempuh melalui jalur darat dengan waktu perjalanan yang relatif singkat, wilayah tersebut juga menawarkan berbagai destinasi rekreasi keluarga, wisata kuliner, hingga pusat perbelanjaan modern yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Indonesia.
Selama periode libur sekolah, aktivitas di PLBN Entikong mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa. Meski demikian, pelayanan keimigrasian tetap berjalan lancar dengan dukungan petugas yang disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pelintas.
Pihak Imigrasi Entikong terus melakukan pelayanan dan pengawasan keimigrasian secara optimal guna memastikan proses keberangkatan maupun kedatangan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar selama masa liburan.
Meningkatnya arus perjalanan wisata lintas negara ini menjadi indikator positif bagi mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.-Editor --Try Deny
0 Komentar