Www.meldanewsonline.id-
ENTIKONG – Masyarakat di wilayah perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, berharap kepada aparat dan aparatur negara agar memberikan ruang kebijakan pasar yang lebih bebas guna mendukung mata pencaharian warga setempat.
Harapan ini disampaikan oleh sejumlah warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan lintas batas di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Mereka menilai, pembatasan dan pengetatan aturan tertentu kerap berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat kecil.
“Sebagian besar warga di sini hidup dari berdagang. Kalau terlalu banyak pembatasan, kami sulit mencari nafkah,” ujar salah satu warga Entikong, Sabtu (28/3/2026).
Secara umum, masyarakat meminta pemerintah melalui aparat terkait untuk mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi warga perbatasan.
Mereka berharap adanya kebijakan yang lebih fleksibel, tanpa mengabaikan aturan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, masyarakat juga memahami pentingnya pengawasan oleh aparat guna mencegah praktik ilegal.
Namun demikian, mereka menilai pendekatan yang humanis dan berpihak kepada ekonomi rakyat kecil sangat dibutuhkan.
Dengan adanya perhatian serius dari pemerintah dan aparat, warga Entikong berharap aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan dapat berjalan lebih lancar, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.
Masyarakat Entikong menaruh harapan besar agar kebijakan yang diambil ke depan mampu menyeimbangkan antara penegakan hukum dan kebutuhan ekonomi rakyat di wilayah perbatasan.-(Try-Deny)


0 Komentar