Warga Desa Penemor Keluhkan Minimnya Lapangan Kerja: “Seperti Masih Dijajah Secara Ekonomi”

Www.meldanewsonline.id-
Buyan Tanjung, 22 April 2026 – Warga Desa Penemor, Kecamatan Buyan Tanjung, menyuarakan keresahan mendalam terkait kondisi perekonomian yang dinilai semakin sulit akibat minimnya lapangan pekerjaan. Meski pembangunan infrastruktur seperti jalan dan penerangan di desa tersebut telah menunjukkan kemajuan, namun hal itu belum mampu menjawab persoalan utama masyarakat, yakni kebutuhan akan pekerjaan yang layak.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa saat ini mereka merasa “merdeka” dari segi akses jalan dan penerangan. Aktivitas sehari-hari memang menjadi lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Namun di balik kemajuan tersebut, masyarakat justru dihadapkan pada kenyataan pahit: sulitnya mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kami bersyukur jalan sudah bagus, listrik juga sudah masuk. Tapi apa artinya semua itu kalau kami tidak punya pekerjaan? Untuk makan sehari-hari saja susah,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurut warga, berbagai aktivitas yang selama ini menjadi sumber penghasilan kini kerap dianggap ilegal oleh pihak tertentu. Hal ini semakin mempersempit ruang gerak masyarakat dalam mencari nafkah. Mereka merasa seolah-olah tidak memiliki pilihan lain, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
“Kami hanya ingin bekerja, bukan melakukan hal yang melanggar hukum. Tapi kenyataannya, hampir semua pekerjaan yang bisa kami lakukan justru dilarang atau dianggap ilegal. Kami jadi bingung harus bagaimana lagi,” tambah warga lainnya.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat merasa terpinggirkan di tanah sendiri. Mereka bahkan mengibaratkan keadaan tersebut seperti masih “dijajah” secara ekonomi, karena tidak memiliki kebebasan dalam mencari penghidupan yang layak.
Lebih lanjut, warga menegaskan bahwa mereka tidak pernah berniat untuk bergantung sepenuhnya kepada bantuan pemerintah. Mereka juga tidak menginginkan bantuan dalam bentuk materi secara terus-menerus. Harapan utama masyarakat hanyalah tersedianya lapangan pekerjaan yang jelas dan legal, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan bermartabat.
“Kami tidak mengemis kepada pemerintah. Kami hanya minta diberi kesempatan untuk bekerja. Kalau ada pekerjaan, kami bisa hidup mandiri dan mencukupi kebutuhan keluarga kami,” tegas perwakilan masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan untuk mencari solusi konkret atas permasalahan ini. Mereka menginginkan adanya program pemberdayaan ekonomi, pelatihan kerja, maupun pembukaan peluang usaha yang sesuai dengan potensi daerah setempat.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya kejelasan regulasi terkait aktivitas ekonomi yang boleh dilakukan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman antara warga dan aparat penegak hukum di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat terkait langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, suara warga Desa Penemor kini semakin lantang, menuntut perhatian serius agar mereka tidak terus terjebak dalam kesulitan ekonomi yang berkepanjangan.
(Ahsin-Tim Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar